Tuesday, April 27, 2010

laksa johor~





















Baru-baru ini, aku telah masak laksa johor. Sedap sekali. Aku sadar makanan ini tidak dikenali oleh orang lain karena makanan ini berasal dari negara asalku, Malaysia. Tambahan pula, makanan ini sukar dibuat. Cara membuatnya agak rumit dan perlu waktu yang lama. Biasanya, ibuku akan masak laksa johor apabila menjelang hari raya. Oleh karena itu, aku dan abang-abang selalu menanti-nantikan hari raya untuk makan laksa johor yang disediakan ibu.
Aku sungguh gembira dan kagum dengan diriku sendiri karena aku tidak pernah menyangka aku mampu memasak laksa johor dengan tanganku sendiri tanpa bantuan ibu. Lagi pula, aku masaknya di negara Amerika Serikat. Tetapi aku tetap berterima kasih dengan rekan-rekan yang membantuku memasak laksa johor.

Bahan-bahan yang diperlukan adalah:
Bahan A
250g ikan kembung
250g ikan tenggiri
50 g udang kering

Bahan B
2 biji bawang merah
1.5 cm belacan
5 biji bawang putih

Bahan C
1.5 cm jahe
1.5cm lengkuas
3 btg serai

2 camca besar rempah kari ikan
1.5 biji kelapa buat kerisik
1 biji kelapa santan
2 keping asam gelugur
1 camca garam dan gula secukup rasa
2 camca besar minyak goreng

Ulam2
20 daun selasih
2 biji timun
2 biji bawang besar
10 biji limau kasturi


1 bungkus spageti
Taoge
Sambal belacan


CARA2 MEMBUAT KUAH
Rebus/kukus ikan – ambil isinya saja
Udang kering direndam
Tumbuk bahan A, B dan C secara asing
Panaskan minyak dalam wajan
Tumis bahan B hingga layu kemudian masukkan bahan C dan goreng lagi hingga baunya harum
Masukkan rempah kari dan goreng hingga rempah masak
Masukkan santan cair, air rebusan ikan dan Bahan A
Biarkan mendidih (api kecil)
Kecilkan api sambil aduk 20 menit lagi
Masukkan kerisik, pati santan, asam gelugur, garam dan gula
Biarkan di atas api kecil sambil aduk selalu selama 1 jam

Nah! Itulah cara membuat laksa johor! Hasilnya: Sedap sekali deh! >.<




Friday, April 2, 2010

sahabatku, Ina

Ketika masih anak kecil, saya mempunyai seorang rekan yang bernama Ina. Saya suka berkawan dengan Ina karena Ina merupakan seorang gadis yang baik hati, ringan tangan, dan lemah lembut. Saya merasa kagum dengan Ina karena saya tidak pernah berjumpa seseorang yang bersifat wanita sejati sepertinya. Selain itu, Ina juga merupakan seorang anak murid yang bijak bestari. Dia sering mendapat tempat pertama di dalam ujian. Semua guru pasti akan memuji Ina. Saya merasa bangga menjadi teman akrab Ina karena Ina disukai banyak orang.

Tetapi Ina selalu merasa rendah diri. Dia merasakan dirinya tidak sempurna karena menganggap dirinya hitam legam dan tidak cantik rupawan seperti rekan yang lain. Dia juga sering berkata bahawa dirinya kotor. Saya selalu menegur Ina karena saya tidak merasakan rupa luaran itu lebih penting daripada yang di dalam. Setiap kali, Ina akan melemparkan senyumannya yang manis dan memeluk saya dengan erat. Saya sangat menyayangi Ina. Tiada siapa yang dapat menggantikan Ina.

Pada suatu hari, Ina tidak pergi ke sekolah. Saya menyangka Ina tidak sehat karena Ina sering hadir ke sekolah. Katanya, badannya lemah dan selalu terkena demam selsema. Walau bagaimanapun, sejak hari itu, Ina tidak lagi datang ke sekolah. Saya merasa sangat susah hati karena saya tidak tahu bagaimana harus berhubungan dengan Ina. Saya tidak mempunyai nomer telefon Ina dan saya tidak tahu rumahnya di mana.

Rupa-rupanya, Ina merupakan mangsa dera ayahnya. Ayahnya selalu memukulnya dan mencaci Ina dengan kata-kata kejam seperti hodoh, hitam dan sebagainya. Ayahnya adalah kaki botol atau pemabuk dan selalu meminta uang dari ibunya. Karena Ina merupakan anak pertama, dia selalu dipaksa bekerja untuk membeli arak untuk ayahnya. Paling menyedihkan, Ina terpaksa membuat pekerjaan yang terkutuk demi keluarganya.

Disebabkan pihak sekolah telah mendapat aduan, Ina terpaksa diberhentikan dari sekolah. Saya menangis ketika mendengan cerita Ina. Saya memarahi diri saya karena tidak pernah mencari tahu tentang Ina.Ketika itu, baru saya merasakan bahwa saya ini rekan yang teruk atau buruk. Saya merasa malu dengan diri saya. Sejak hari itu, saya tidak pernah lagi berjumpa dengan Ina. Walaupun begitu, saya tidak akan melupakan Ina karena dia adalah rekan yang terbaik yang pernah saya jumpai.

Tuesday, March 9, 2010

Tari Lenggang







Melenggang hai
Melenggang dengan tari lenggang
Kalau baik hati
Nanti orang pun sayang

Dari Melaka
Ke negeri Pahang
Singgah di Johor beli berangan
Kami ucapkan selamat datang
Apa yang kurang dicaci jangan

Melenggang hai melenggang
Dengan tari lenggang
Kalau baik hati
Nanti orang pun sayang

Pukullah gendang
Hai kulit kerbau
Dalam majlis tari menari
Sayalah ini bang hoi datang merantau
Mengharap belas orang di sini
Melenggang hai melenggang
Dengan tari lenggang
Kalau baik hati
Nanti orang pun sayang

Negeri Pahang aman sentosa
Kaya dengan tumbuh-tumbuhan
Niat di hati bang hoi nak buat jasa
Mudah-mudahan Tuhan kabulkan...

Melenggang hai melenggang
Dengan tari lenggang
Kalau baik hati
Nanti orang pun sayang



Ini adalah lirik lagu Tari Lenggang. Lagunya enak sekali~ "Joget Tari Lenggang" ditakrifkan sebagai sebuah lagu berirama tradisional Melayu yang didendangkan dengan rancak, diisi dengan lirik tulisan Dato' Jamil Sulong yang menampakkan ciri-ciri pengulangan dalam setiap rangkap, dan secara harfiahnya menceritakan seorang pedagang yang merantau dari Melaka ke negeri Pahang dengan membawa buah berangan yang dibeli di Johor, mengharapkan sambutan mesra dari para penduduk negeri Pahang, serta memuji kedamaian negeri Pahang yang dikunjunginya.

Pada tahun 1956, lagu rakyat tradisional ini telah digubah oleh Tan Sri P. Ramlee, khusus untuk filem Hang Tuah. Filem ini bintangi oleh P. Ramlee sendiri dengan memegang tokoh sebagai Hang Tuah. Lagu ini dimainkan di dalam adegan tari-menari dalam istana. Semenjak itu, lagu ini direkam kembali oleh banyak seniman tanahair.

Setelah diperdengarkan dalam filem Hang Tuah, P. Ramlee merekam kembali lagu ini bersama Saloma untuk keluaran piring hitam dengan tajuk "Joget Pahang".

Selain P. Ramlee, lagu ini turut direkam oleh banyak seniman dalam album masing-masing, termasuk Datuk Ahmad Jais, Siti Nurhaliza dan kumpulan Amuk (dalam bentuk heavy metal).

Tuesday, February 16, 2010

Muhammad Yamin

Pada kelas Indonesia yang lalu, saya telah ditugaskan untuk mencari informasi tentang Mr. Prof. Muhammad Yamin. Dia lahir di Sawahlunto, Sumatera Barat pada 24 Agustus 1903. Pada tahun 1920-an. Yamin memulai karir sebagai seorang penulis. Karya-karya pertamanya ditulis dalam bahasa Melayu dalam jurnal Jong Sumatera, sebuah jurnal berbahasa Belanda. Karya-karyanya yang awal masih terikat kepada kata-kata lama bahasa Melayu Klasik. Pada tahun 1922, Yamin muncul untuk pertama kalinya sebagai penyair dengan puisinya, Tanah Air ; Sumatera.

Tanah Air merupakan himpunan puisi modern Melayu yang pertama yang pernah diterbitkan. Pada 28 Oktober 1928, himpunan yang kedua, Tumpah Darahku telah dihasilkan. Karya ini amat penting dari segi sejarah karena pada waktu itulah, Yamin dan beberapa orang pejuang kebangsaan memutuskan untuk mengakui satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia yang tunggal. Pada tahun1928 pula, dramanya yang bertajuk “Ken Arok dan Ken Dedes” yang berdasarkan sejarah Jawa muncul. Walaupun Yamin menguji kaji bahasa dalam puisi-puisinya, dia masih lebih menepati norma-norma klasik bahasa Melayu, dibandingkan dengan generasi-generasi penulis yang lebih muda. Dia juga menerbitkan banyak drama, esei, novel sejarah dan puisi yang lain, serta juga menterjemahkan karya-karya William Shakespeare (drama Julius Caesar) dan Rabindranath Tagore.

Yamin juga terlibat di dalam bidang politik. Pada tahun1932, Yamin telah memperoleh ijazah dalam bidang hukum di Jakarta. Kemudian, di antara tahun1932-1924, dia bekerja dalam bidang hukum Internasional di Jakarta. Selepas itu, pada tahun1928, Kongres Pemuda II menetapkan bahasa Indonesia, sebagai bahasa gerakan nasionalis Indonesia. Melalui pertubuhan Indonesia Muda, Yamin mendesak supaya bahasa Indonesia dijadikan asas untuk sebuah bahasa kebangsaan.

Semasa pendudukan Jepang, yaitu antara tahun 1942 dan 1945, Yamin bertugas di Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA), yaitu sebuah organisasi nasionalis yang disokong oleh pemerintah Jepang. Kemudian, pada tahun 1945, dia mencadangkan bahwa sebuah Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) diasaskan serta juga bahwa negara yang baru harus merangkumi Sarawak, Sabah, Semenanjung Malaya, Timor Portugis, serta juga kesemua wilayah Hindia Belanda. Sukarno yang juga merupakan anggota BPUPKI menyokong Yamin. Yamin kemudian dilantik untuk jabatan-jabatan yang penting dalam pemerintahan Sukarno.

Akhirnya, Yamin meninggal di Jakarta, pada 17 Oktober 1962 ketika dia berumur 59 tahun, dan dimakamkan di Talawi, Sawahlunto.

Sunday, February 7, 2010

kartun~







Pada kelas Indonesia yang lalu, saya merasa senang karena Bu Arti mengajar kami tentang kartun politik Indonesia. Bagi saya, perbincangan kali ini menarik sekali karena sebelum ini kelas ini tidak pernah diajarkan menggunakan kartun. Penyampaian pesan melalui kartun juga penuh dengan makna-makna yang tersirat. Karena itu karena kami perlu mencari pesan tersembunyi yang coba disampaikan oleh si kartunis.

Bentuk penyampaiannya juga kreatif dan banyak menampilkan unsur-unsur realita yang terjadi di dunia saat ini. Sebelum ini saya tidak pernah terdedah dengan kartun-kartun politik seperti ini karena di Malaysia, perbuatan mengkritik kerajaan dihalang atau dilarang sama sekali dan merupakan perbuatan yang dapat menimbulkan masalah. Sebenarnya, saya sangat berminat dengan kartun. Hal ini karena sejak kecil saya telah didedahkan dengan dunia terbitan. Oleh karena itu saya berminat dengan dunia kartun dan majalah.

Maka, apabila saya melihat kartun ini saya teringat pada majalah yang diterbitkan oleh serikat ibu dan bapa saya. Majalah ini terkenal di Malaysia terutamanya di kalangan anak muda dan remaja. Selain majalah, terdapat pelbagai jenis barang yang dijual bertemakan tokoh di dalam majalah ini. Tokoh-tokohnya sangat populer di kalangan peminat karena rupanya yang lucu. Beberapa produk yang dijual di antaranya ialah tas, buku nota, gantungan kunci, button badge, penanda buku, kalender dan sebagainya. Di bawah ini saya selitkan gambar beberapa produk-produk serikat ibu dan bapa saya yang dijual di pasaran.



Thursday, November 12, 2009

bAHAsA gAuL ~















Apa itu bahasa gaul? Adakah bahasa yang digaulkan menjadi satu seperti air dan tepung? Mengikut pemahaman saya, bahasa gaul Indonesia memberi makna tentang bentuk-bentuk bahasa lisan yang dituturkan di kawasan-kawasan kota besar di Indonesia. Ya, semestinya bahasa gaul Indonesia berbeda sekali daripada bahasa Indonesia baku dari segi bentuk kata dan tatabahasa. Bagi mereka yang tidak biasa, pastinya mereka tidak bisa memahami bibit-bibit penuturan bahasa gaul.

Menurut saya, bahasa gaul tidak bagus diamalkan dalam kehidupan seharian. Semestinya, bahasa gaul ini sedikit banyak merusak bahasa Indonesia. Lebih merisaukan, bahasa gaul ini dipakai oleh golongan anak-anak muda dan remaja. Hal ini karena mereka merasakan bahasa gaul ini dapat menunjukkan identitas mereka yang hanya dipahami mereka.


Fenomena penggunaan bahasa gaul ini semestinya merisaukan karena penggunaannya semakin berleluasa dan dapat dilihat dengan jelas di dalam filem-filem Indonesia seperi filem yang baru saya tonton, “Ada Apa Dengan Cinta”.

Jalan ceritanya bagus, mungkin apa yang dipaparkan di dalam filem itu adalah perkara realita yang terjadi di Indonesia ketika ini. Tapi ketika cuplikan itu ditayangkan, kelihatan wajah rekan-rekan sekelas saya rungsing dan langsung tidak mengerti bahasa gaul yang digunakan di dalam filem itu. Ternyata, bahasa gaul tidak bagus digunakan dalam kehidupan seharian dan ia adalah perusak bahasa.

Sunday, October 25, 2009

-SeLaMat HaRi LaHiR iBu-













Hari ini merupakan hari lahir ibuku, Saadah bt Taib @ Abd Kadir. Aku baru saja meneleponnya yang jauh di Malaysia. Ah, aku kepingin sekali berada di sisinya ketika ini. Keluargaku pastinya menyambut hari lahirnya dengan berpesta-pesta dan bersuka-suka bersama keluarga dan sahabat-sahabat yang terdekat.












Aku sayang sekali sama ibuku. Walaupun dia bukan dari keluarga yang berada, tapi ibu kaya dengan ilmu. Dia bukan saja melahirkan aku malah banyak mengajar aku tentang asam garam kehidupan. Sejak kecil, aku tidak punya otak yang bijak seperti kakak-kakak dan adikku. Tapi ibu tidak pernah membeda-bedakan kami. Ibu sabar mengajar aku membaca, mengeja dan mengira.














Berkat usahanya, aku berhasil mengarungi zaman persekolahanku dengan baik. Pada masa yang sama, ibu bekerja sebagai editor sambilan di kantor bapakku. Sekarang, ibu merupakan ketua editor dan ketua pengarah syarikat. Ya, karier ibu berkembang dengan baik sekali.










Suatu hari, kami sekeluarga menyambut majelis kesyukuran karena aku telah berhasil mendapat keputusan cemerlang dalam pemeriksaan SPM yang juga melayakkan aku untuk terbang ke Amerika Serikat. Ibu telah dipanggil ke depan untuk memberikan ucapan. Pada mulanya, ibu menceritakan kebahgaiaannya karena dia punyai anak-anak yang baik.










Tiba-tiba dia menceritakan kisah hidupnya. Kata ibu, dia tidak punya memori yang baik semasa anak kecil, tapi dia punya cita-cita untuk memberi kasih sayang sepenuh-penuhnya kepada anak-anaknya dan kepingin sekali mempunyai anak gadis yang bernama Sarah yaitu aku.








Kata ibu lagi, semasa dia mengajar aku, aku telah menjadi inspirasinya untuk berbakti kepada anak-anak lain sehinggalah kini dia berhasil menyampaikan ajarannya melalui buku-buku yang telah diterbitkannya. Semua orang terdiam lalu aku pergi memeluknya dan mengucapkan terima kasih. Hari itu merupakan hari yang bersejarah buat diriku dan aku tidak mungkin melupakannya. Aku sayang sama kamu ibu.