Tuesday, February 16, 2010

Muhammad Yamin

Pada kelas Indonesia yang lalu, saya telah ditugaskan untuk mencari informasi tentang Mr. Prof. Muhammad Yamin. Dia lahir di Sawahlunto, Sumatera Barat pada 24 Agustus 1903. Pada tahun 1920-an. Yamin memulai karir sebagai seorang penulis. Karya-karya pertamanya ditulis dalam bahasa Melayu dalam jurnal Jong Sumatera, sebuah jurnal berbahasa Belanda. Karya-karyanya yang awal masih terikat kepada kata-kata lama bahasa Melayu Klasik. Pada tahun 1922, Yamin muncul untuk pertama kalinya sebagai penyair dengan puisinya, Tanah Air ; Sumatera.

Tanah Air merupakan himpunan puisi modern Melayu yang pertama yang pernah diterbitkan. Pada 28 Oktober 1928, himpunan yang kedua, Tumpah Darahku telah dihasilkan. Karya ini amat penting dari segi sejarah karena pada waktu itulah, Yamin dan beberapa orang pejuang kebangsaan memutuskan untuk mengakui satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia yang tunggal. Pada tahun1928 pula, dramanya yang bertajuk “Ken Arok dan Ken Dedes” yang berdasarkan sejarah Jawa muncul. Walaupun Yamin menguji kaji bahasa dalam puisi-puisinya, dia masih lebih menepati norma-norma klasik bahasa Melayu, dibandingkan dengan generasi-generasi penulis yang lebih muda. Dia juga menerbitkan banyak drama, esei, novel sejarah dan puisi yang lain, serta juga menterjemahkan karya-karya William Shakespeare (drama Julius Caesar) dan Rabindranath Tagore.

Yamin juga terlibat di dalam bidang politik. Pada tahun1932, Yamin telah memperoleh ijazah dalam bidang hukum di Jakarta. Kemudian, di antara tahun1932-1924, dia bekerja dalam bidang hukum Internasional di Jakarta. Selepas itu, pada tahun1928, Kongres Pemuda II menetapkan bahasa Indonesia, sebagai bahasa gerakan nasionalis Indonesia. Melalui pertubuhan Indonesia Muda, Yamin mendesak supaya bahasa Indonesia dijadikan asas untuk sebuah bahasa kebangsaan.

Semasa pendudukan Jepang, yaitu antara tahun 1942 dan 1945, Yamin bertugas di Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA), yaitu sebuah organisasi nasionalis yang disokong oleh pemerintah Jepang. Kemudian, pada tahun 1945, dia mencadangkan bahwa sebuah Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) diasaskan serta juga bahwa negara yang baru harus merangkumi Sarawak, Sabah, Semenanjung Malaya, Timor Portugis, serta juga kesemua wilayah Hindia Belanda. Sukarno yang juga merupakan anggota BPUPKI menyokong Yamin. Yamin kemudian dilantik untuk jabatan-jabatan yang penting dalam pemerintahan Sukarno.

Akhirnya, Yamin meninggal di Jakarta, pada 17 Oktober 1962 ketika dia berumur 59 tahun, dan dimakamkan di Talawi, Sawahlunto.

Sunday, February 7, 2010

kartun~







Pada kelas Indonesia yang lalu, saya merasa senang karena Bu Arti mengajar kami tentang kartun politik Indonesia. Bagi saya, perbincangan kali ini menarik sekali karena sebelum ini kelas ini tidak pernah diajarkan menggunakan kartun. Penyampaian pesan melalui kartun juga penuh dengan makna-makna yang tersirat. Karena itu karena kami perlu mencari pesan tersembunyi yang coba disampaikan oleh si kartunis.

Bentuk penyampaiannya juga kreatif dan banyak menampilkan unsur-unsur realita yang terjadi di dunia saat ini. Sebelum ini saya tidak pernah terdedah dengan kartun-kartun politik seperti ini karena di Malaysia, perbuatan mengkritik kerajaan dihalang atau dilarang sama sekali dan merupakan perbuatan yang dapat menimbulkan masalah. Sebenarnya, saya sangat berminat dengan kartun. Hal ini karena sejak kecil saya telah didedahkan dengan dunia terbitan. Oleh karena itu saya berminat dengan dunia kartun dan majalah.

Maka, apabila saya melihat kartun ini saya teringat pada majalah yang diterbitkan oleh serikat ibu dan bapa saya. Majalah ini terkenal di Malaysia terutamanya di kalangan anak muda dan remaja. Selain majalah, terdapat pelbagai jenis barang yang dijual bertemakan tokoh di dalam majalah ini. Tokoh-tokohnya sangat populer di kalangan peminat karena rupanya yang lucu. Beberapa produk yang dijual di antaranya ialah tas, buku nota, gantungan kunci, button badge, penanda buku, kalender dan sebagainya. Di bawah ini saya selitkan gambar beberapa produk-produk serikat ibu dan bapa saya yang dijual di pasaran.



Thursday, November 12, 2009

bAHAsA gAuL ~















Apa itu bahasa gaul? Adakah bahasa yang digaulkan menjadi satu seperti air dan tepung? Mengikut pemahaman saya, bahasa gaul Indonesia memberi makna tentang bentuk-bentuk bahasa lisan yang dituturkan di kawasan-kawasan kota besar di Indonesia. Ya, semestinya bahasa gaul Indonesia berbeda sekali daripada bahasa Indonesia baku dari segi bentuk kata dan tatabahasa. Bagi mereka yang tidak biasa, pastinya mereka tidak bisa memahami bibit-bibit penuturan bahasa gaul.

Menurut saya, bahasa gaul tidak bagus diamalkan dalam kehidupan seharian. Semestinya, bahasa gaul ini sedikit banyak merusak bahasa Indonesia. Lebih merisaukan, bahasa gaul ini dipakai oleh golongan anak-anak muda dan remaja. Hal ini karena mereka merasakan bahasa gaul ini dapat menunjukkan identitas mereka yang hanya dipahami mereka.


Fenomena penggunaan bahasa gaul ini semestinya merisaukan karena penggunaannya semakin berleluasa dan dapat dilihat dengan jelas di dalam filem-filem Indonesia seperi filem yang baru saya tonton, “Ada Apa Dengan Cinta”.

Jalan ceritanya bagus, mungkin apa yang dipaparkan di dalam filem itu adalah perkara realita yang terjadi di Indonesia ketika ini. Tapi ketika cuplikan itu ditayangkan, kelihatan wajah rekan-rekan sekelas saya rungsing dan langsung tidak mengerti bahasa gaul yang digunakan di dalam filem itu. Ternyata, bahasa gaul tidak bagus digunakan dalam kehidupan seharian dan ia adalah perusak bahasa.

Sunday, October 25, 2009

-SeLaMat HaRi LaHiR iBu-













Hari ini merupakan hari lahir ibuku, Saadah bt Taib @ Abd Kadir. Aku baru saja meneleponnya yang jauh di Malaysia. Ah, aku kepingin sekali berada di sisinya ketika ini. Keluargaku pastinya menyambut hari lahirnya dengan berpesta-pesta dan bersuka-suka bersama keluarga dan sahabat-sahabat yang terdekat.












Aku sayang sekali sama ibuku. Walaupun dia bukan dari keluarga yang berada, tapi ibu kaya dengan ilmu. Dia bukan saja melahirkan aku malah banyak mengajar aku tentang asam garam kehidupan. Sejak kecil, aku tidak punya otak yang bijak seperti kakak-kakak dan adikku. Tapi ibu tidak pernah membeda-bedakan kami. Ibu sabar mengajar aku membaca, mengeja dan mengira.














Berkat usahanya, aku berhasil mengarungi zaman persekolahanku dengan baik. Pada masa yang sama, ibu bekerja sebagai editor sambilan di kantor bapakku. Sekarang, ibu merupakan ketua editor dan ketua pengarah syarikat. Ya, karier ibu berkembang dengan baik sekali.










Suatu hari, kami sekeluarga menyambut majelis kesyukuran karena aku telah berhasil mendapat keputusan cemerlang dalam pemeriksaan SPM yang juga melayakkan aku untuk terbang ke Amerika Serikat. Ibu telah dipanggil ke depan untuk memberikan ucapan. Pada mulanya, ibu menceritakan kebahgaiaannya karena dia punyai anak-anak yang baik.










Tiba-tiba dia menceritakan kisah hidupnya. Kata ibu, dia tidak punya memori yang baik semasa anak kecil, tapi dia punya cita-cita untuk memberi kasih sayang sepenuh-penuhnya kepada anak-anaknya dan kepingin sekali mempunyai anak gadis yang bernama Sarah yaitu aku.








Kata ibu lagi, semasa dia mengajar aku, aku telah menjadi inspirasinya untuk berbakti kepada anak-anak lain sehinggalah kini dia berhasil menyampaikan ajarannya melalui buku-buku yang telah diterbitkannya. Semua orang terdiam lalu aku pergi memeluknya dan mengucapkan terima kasih. Hari itu merupakan hari yang bersejarah buat diriku dan aku tidak mungkin melupakannya. Aku sayang sama kamu ibu.